” Surat Kawat “
jejakmu masih tertinggaldi altar sunyi
setelah kau gagal bermeditasi menebus kepenyairanmu
kau tahu hidup bukanlah Kabuki seperti yang sering kau mainkan
hidup adalah tentang Jetun dan si Buyung tentang Rahma dan Upik
Aiko telah lama mati–ingatlah!dan Roro,ah ?ia hanya cermin yang kian retak
yang tak bisa lagi menggambar wajahmu dengan sempurna
sementara Marsha pun hanya bayang-bayang tanpa ruh
pulanglah bukankah kau tak ingin seperti prenjak-prenjakmu
yang terkurung sebagai boneka
hanya karena kicauannya yang merdu hidup bukan Kabuki yang tak
menyisakan ruang untuk potret wajahmu sendiri
pulanglah dan kau tak harus meratapi jejakmu yang tertinggal
dalam meditasimu yang gagal di altar sunyi itu
pulanglah karena separuh puisimu telah kau tinggal di sini
pulanglah karena meditasimu akan moksa di sini